Bunyi alarm dari hp ku sangat mengganggu, akupun terbangun dari tidur, jam dinding di kamarku menunjukkan pukul 9 pagi, aku teringat hari ini harus kuliah pukul 10 pagi, kulihat dari jendela kamarku cuaca hari ini mendung dan turun hujan deras, kubatalkan niatku untuk pergi kuliah, aku kembali merebahkan tubuhku ke atas kasur, tiba-tiba terdengar langkah kaki berlarian dari luar kamark, aku hiraukan saja suara itu, lalu aku mencoba memejamkan mataku. langkah itu terdengar kembali olehku, suaranya terdengar seperti seorang anak kecil yang berlarian, “sepertinya ada orang dirumahku” ucapku dalam hati, tapi aku sangat yakin saat ini aku sedang sendirian dirumah, soalnya orang-orang dirumahku biasanya sudah pergi beraktifitas dari jam 7 pagi. aku penasaran dari mana suara itu berasal, aku bediri dari kasurku dan berjalan membuka pintu kamarku.
Aku keluar dari kamarku, kulihat sekiling ruangan namun aku tidak melihat anak kecil yang berlarian, aku semakin penasaran dari mana suara itu berasal, aku pergi memeriksa setiap sudut ruangan di rumahku, kuperiksa semua ruangan dari ruang tamu sampai ke dapur, tapi aku tidak menemukan satu orangpun dirumah. hanya ada motorku yang terparkir diruang tamu. “Mungkin hanya perasaanku saja” ucapku dalam hati.
Aku kembali ke kamarku untuk tidur, entah mengapa pintu kamarku tiba-tiba tertutup, padahal tadi aku tidak menutupnya. Aku membuka pintu kamarku dan seketika aku terdiam, aku melihat sesosok perempuan kecil, berambut hitam panjang, menggunakan gaun pesta berwarna putih, umurnya sekitar 6 tahun, anak itu sedang memegang teralis besi jendela kamarku sambil menatap keluar jendela, aku merinding, jantungku berdetak kencang, “dari mana anak ini muncul padahal tadi aku sudah memeriksa setiap ruangan” ucapku dalam hati. Anak itu hanya diam memandang air hujan yang turun tanpa berkata apa-apa. kuberanikan diri untuk menyapanya, “Hai” ucapku. Anak itu langsung mencongakkan kepalanya ke atas dan memutar kepalanya 180 derajat ke arahku yang berdiri tepat dibelakangnya. Terlihat dengan jelas olehku tatapan matanya yang kosong dan air mata darah yang mengalir di pipinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar