Saya suka sekali memakan ikan, menurut saya ikan yang paling enak adalah ikan bawal, terutama ikan bawal yang hidup di laut. ikan ini termasuk bangsa Bra-midae atau ikan-ikan yang suka memakai Bra. Daging ikan ini enak sekali, dagingnya memiliki tekstur yang lembut seperti kasih sayang mantan di awal waktu baru jadian.
Hantu
Hantu ?
Semua orang takut akan hantu, padahal hantu belum tentu takut akan orang. entah mengapa orang akan histeris bila di bilang ada hantu, terutama cewek. cewek sangat mudah histeris bila di takut-takuti dengan kata hantu. Padahal cewek yang lagi datang bulan, itu lebih menakutkan dari hantu.
Sebenarnya saya tidak percaya dengan yang namanya hantu, tapi dulu waktu saya kecil, saya pernah mengalamammi kejadian mistis yang berhubungan dengan hantu.
Kisah ini dimulai waktu dahulu kala (biar dramatis). ketika itu, saya masih duduk di kelas 3 SD dan kami sekeluarga masih tinggal di daerah pesisir pantai yang bertepatan di pantai Pondok Besi (sekarang lebih di kenal dengan pantai sandal jodoh). Di zaman saya tinggal disana, penduduknya masih membuang air besar (eeq) di pinggir pantai, termasuk saya dan keluarga, jadi jangan heran kalo dulu kalian mandi laut masih banyak spon kuning nan lembut bertebaran di air laut. entah mengapa ketika itu tidak ada penduduk yang mau membuat wc pribadi maupun wc umum, mungkin sudah tradisi penduduk sekitar untuk membuang air besar di pantai, atau mungkin juga eeq-eeq yang di hanyutkan ke laut merupakan persembahan untuk dewa eeq. sampai tulisan ini dibuat, misteri itu belum terpecahkan oleh saya.
Pada suatu malam, perut saya terasa sangat sakit dan memberontak, seolah-olah ada yang mau keluar dari perut saya, saat itu banyak pikiran aneh terbayangkan yang muncul di kepala saya, mulai dari “apakah saya datang bulan” “apakah saya hamil” “mungkinkah anak kelas 3 SD yang belum pubertas bisa hamil” saya pun bergegas melihat kedalam celana karena takut air ketuban saya pecah, namun pikiran aneh saya semuanya tertepis. karena saya ternyata merupakan seorang pria, soalnya di dalam celana saya ada belalai gajah yang menjuntai dengan indah. Lalu Sayapun melihat kearah jam di dinding kamar saya, waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB (10 malam).
Saya rasa, saya harus membuang air besar (eeq) dalam pikir saya. Tapi saya tidak mungkin pergi ke pantai sendirian di malam hari, soalnya, pertama saya anak kelas 3 SD yang lemah, kedua saya terlalu imut untuk di emut ikan hiu hidup-hidup, akhirnya setelah berdebat panjang dengan mainan robot-robotan saya diatas kasur, saya pun memberanikan diri, berdiri dari kasur saya dan keluar dari kamar saya untuk membangunkan orang tua saya yang terlelap dikamarnya. Dengan setengah sadar, ayah saya pun berdiri dari kasur dan pergi mencuci muka, saya sudah berdiri menunggu di depan pintu belakang rumah dengan memegang perut saya yang terus terasa sakit. (jadi posisi rumah saya itu tepat membelakangi pantai sekitar 100 meter), setelah ayah saya mencuci muka, ayah saya mengambil senter dan kami langsung berjalan menuju pantai.
Dengan cahaya senter yang tidak begitu terang, saya berjalan di samping ayah saya dengan perlahan, sambil melihat kiri-kanan. Di zaman saya, masih banyak pohon-pohon besar di daerah itu, yang sekarang sudah menjadi jalan aspal. Saya terus melihat kiri-kanan walapun tidak bisa melihat apa-apa karena gelap gulita, mungkin efek takut, soalnya orang kalo udah takut pasti jadi waspada dan penasaran, jadi gak heran kalo di film-film hantu tokoh utamanya malah mendekati lokasi mengerikan karena penasaran.
Dengan cahaya senter yang tidak begitu terang, saya berjalan di samping ayah saya dengan perlahan, sambil melihat kiri-kanan. Di zaman saya, masih banyak pohon-pohon besar di daerah itu, yang sekarang sudah menjadi jalan aspal. Saya terus melihat kiri-kanan walapun tidak bisa melihat apa-apa karena gelap gulita, mungkin efek takut, soalnya orang kalo udah takut pasti jadi waspada dan penasaran, jadi gak heran kalo di film-film hantu tokoh utamanya malah mendekati lokasi mengerikan karena penasaran.
Tibalah kami di bibir pantai, saya bergegas berlari kearah pinggir ombak dan ayah saya berdiri sekitar 7 meter dari saya, karena ayah saya tidak mau mati kehabisan nafas mencium aroma neraka yang keluar dari pantat saya. Saya langsung membuka celana dan jongkok, jadi posisi saya berhadapan dengan laut, tak selang berapa lama terdengar suara-suara indah yang dikeluarkan pantat saya, “prêt prêt prêt”, perut sayapun sedikit terasa lega. Sambil menunggu semua eeq saya keluar, saya melihat kearah laut dan sekitaran saya yang begitu gelap, malam itu tidak ada bulan maupun bintang yang menyinari air laut. tiba-tiba penglihatan saya di alihkan dengan seseorang bocah yang berjarak sekitar 30 meter di arah kiri saya. Terlihat dari kejauhan, bocah itu membelakangi saya, bocah itu memiliki tinggi yang sama dengan saya dan bocah itu dalam keadaan telanjang (bugil) tanpa ada baju ataupun celana yang menutupi tubuhnya, serta rambut kepala yang tidak ada sama sekali (botak). Di daerah itu sangat gelap tapi entah mengapa saya bisa melihat bocah itu berdiri lalu jongkok menggali pasir dengan jelas.
Sayapun tidak terlalu menghiraukan bocah itu, namun beberapa saat kemudian saya tersadarkan, “bocah macam apa yang mandi laut tengah malam sendirian” dalam pikir saya. Saya langsung panik, karena teringat tuyul jahat di sinetron Disini Ada Setan (di zaman saya SD sinetron ini sangat tenar), entah mengapa saat itu saya tidak bisa bergerak, saya tidak bisa bicara maupun teriak, dan pengelihatan saya hanya terfokuskan kearah bocah itu. Saya tidak bisa mempalingkan wajah kearah lain, saya terus melihat kearah bocah itu, tiba-tiba bocah itu berdiri dan membalikkan wajahnya kearah saya. terlihat jelas dia memiliki kuku yang panjang dengan taring di mulutnya dan mata yang bersinar seperti lampu LED. Dia berjalan menuju arah saya, saat itu saya panik setengah mati, semua ayat yang saya tahu saya baca dalam hati, mulai dari ayat al-fatiha, ayat al-ikhlas sampai ayat UUD 1945 saya baca, tapi si bocah bermata LED terus berjalan mendekati saya, saya terus berdoa dan meracau dalam hati ”apakah ini dewa pemakan eeq manusia” “apakah dewa eeq ini mau menyedot semua eeq di lobang pantat saya” “ya tuhan tolong hamba” , bocah itupun terus berjalan ke arah saya, saya tidak bisa melakukan apa-apa. Tapi saat itu saya berpikir saya tidak mau mati dalam keadaan eeq di pantai seperti ini. karena akan menjadi headline berita terburuk sepanjang masa “Seorang Anak Mati Diserang Bocah Botak Bermata LED Ketika Lagi Eeq Di Pantai” saya tidak mau menjadi headline berita seperti itu, akhirnya saya mencoba memejamkan mata dan mengucap astagfirullahaladzim 3 kali, ketika saya membuka mata, seketika bocah bermata LED itu menghilang entah kemana.
Takdir
Takdir?
Apa itu takdir ?
Saya tidak tahu kenapa saya terlahir di keluarga yang sederhana ini
Saya tidak tahu kenapa saya terlahir di keluarga yang miskin ini
Saya tidak tahu kenapa saya terlahir di keluarga yang kaya ini
Saya tidak tahu kenapa saya terlahir jelek
Saya tidak tahu kenapa saya terlahir ganteng
Saya tidak tahu kenapa saya terlahir cantik
Saya tidak tahu kenapa saya terlahir tidak normal
Saya tidak tahu kenapa saya terlahir cacat
Dan masih banyak lagi yang lainnya.
Apakah ini takdir ?
Ketika orang-orang tidak bisa memilih dilahirkan menjadi apa dan seperti apa mereka diturunkan ke dunia ?
Katanya surga itu indah
Lantas kenapa kita memilih turun ke dunia, yang hanya sementara dan fana ini wahai manusia ?
Tapi ketika kita tidak ingin turun ke dunia kenapa kita masih turun ?
Apakah kita tidak bisa memilih dan akhirnya menyesali menjalani hidup di dunia ini ?
Takdir membuat orang saling benci satu sama lainnya, membuat orang saling dengki saling iri dan saling membunuh.
Kenapa tidak semua orang di lahirkan sempurna ?
Kenapa tidak semua orang di lahirkan kaya ?
Kenapa tidak semua orang di lahirkan cantik ?
Kenapa tidak semua orang di lahirkan ganteng ?
Sehingga tidak ada lagi kata benci iri dan dengki diantara kita
Tapi, itulah takdir, kita tidak bisa memilih menjadi apa, kita hanya perlu menjalaninya dan hingga akhirnya kita semua berkumpul di Surga.
Apa itu takdir ?
Saya tidak tahu kenapa saya terlahir di keluarga yang sederhana ini
Saya tidak tahu kenapa saya terlahir di keluarga yang miskin ini
Saya tidak tahu kenapa saya terlahir di keluarga yang kaya ini
Saya tidak tahu kenapa saya terlahir jelek
Saya tidak tahu kenapa saya terlahir ganteng
Saya tidak tahu kenapa saya terlahir cantik
Saya tidak tahu kenapa saya terlahir tidak normal
Saya tidak tahu kenapa saya terlahir cacat
Dan masih banyak lagi yang lainnya.
Apakah ini takdir ?
Ketika orang-orang tidak bisa memilih dilahirkan menjadi apa dan seperti apa mereka diturunkan ke dunia ?
Katanya surga itu indah
Lantas kenapa kita memilih turun ke dunia, yang hanya sementara dan fana ini wahai manusia ?
Tapi ketika kita tidak ingin turun ke dunia kenapa kita masih turun ?
Apakah kita tidak bisa memilih dan akhirnya menyesali menjalani hidup di dunia ini ?
Takdir membuat orang saling benci satu sama lainnya, membuat orang saling dengki saling iri dan saling membunuh.
Kenapa tidak semua orang di lahirkan sempurna ?
Kenapa tidak semua orang di lahirkan kaya ?
Kenapa tidak semua orang di lahirkan cantik ?
Kenapa tidak semua orang di lahirkan ganteng ?
Sehingga tidak ada lagi kata benci iri dan dengki diantara kita
Tapi, itulah takdir, kita tidak bisa memilih menjadi apa, kita hanya perlu menjalaninya dan hingga akhirnya kita semua berkumpul di Surga.
17 Agustus tahun 45
Hallo guys :*
saya tidak tahu kenapa saya menunda nunda untuk mengetik hal ini dan akhirnya dengan mata yang sedikit mengantuk, yap akhirnya saya mengetik ini di blog yang indah nan cantik ini. . . .
16 Agustus tahun 45, besoknya hari kemerdekaan kita, iya tepatnya hari ini 17 Agustus 2017 ulang tahun indonesia yang ke 72. moment yang dimana banyak orang-orang (masyarakat Indonesia) yang mengenang hari bersejarah dengan mengadakan macam -macam lomba, mulai dari lompat karung, panjat pinang, makan kerupuk sampai masukkan pencil dalam botol, entah siapa orang pertama yang mencetuskan agar mengadakan lomba ketika hari kemerdekaan Indonesia. aneh sih tapi seru. serunya dimana? Serunya, kita bisa melihat canda tawa penduduk, masyarakat dan hokage sekitar bercengkrama menyaksikan lomba tanpa ada gadget pintar di sekitarnya, kita juga bisa melihat kelucuan anak anak kecil ketika jatuh waktu balap karung walapun mereka menderita tapi lucu. terus kita juga bisa melihat pantat-pantat menggoda ketika lomba panjat pinang. entah sudah berapa pantat yang saya lihat ketika celana para peserta panjat pinang melorot di tarik anggota teamnya sendiri. Yang paling penting di lakukan ketika 17 Agustus adalah upacara, ini mengingatkan saya ketika magang di kantor kementerian yang dimana kantor tersebut mewajibkan upacara bendera setiap bulannya di tanggal 17 dan kami mahasiswa magang yang berjumlah 3 orang terpilih menjadi pengibar bendera.
Waktu itu hari jumat tanggal 14 Juli dan kami latihan mengibarkan bendera di lapangan kantor dengan pengetahuan yang seadanya. karena tidak ada satupun dari kami yang pernah ikut paskibraka dizaman sekolah (ini magang kuliah). Kantor tempat saya magang ini selalu libur di hari sabtu dan minggu jadi kami latihannya hari jumat. dan entah mimpi apa saya semalam harus mengibarkan bendera di kantor kementerian bersama 2 orang wanita hijab. Jadi kelompok magang saya itu terdiri dari 3 orang dan 2 diantaranya adalah peremupan, pertama ada Lola (wanita hijab yang sering menjadi model fotografi dengan jidat ukuran extra layaknya ikan lohan) kedua Engke (wanita hijab anggota resimen mahasiswa yang paling ditakuti di kampus saya jadi jangan macam macam dengan dia atau mukamu bisa hancur dengan sempurna) dan yang terakhir saya sendiri (pria ganteng yang sering tampil apa adanya).
Kami pun latihan dengan serius dan dibantu satpam kantor agar kami bisa mengibarkan bendera dengan selayaknya dan semestinya, dengan urutan cewek di kiri dan kanan dan saya cowok di tengah menjadi baki (baki : orang yang bertugas membawa bendera) ketika latihan pun kami terus mengulang-ngulang untuk meminimalisir kesalahan mulai dari gerak jalan, belok kanan belok kiri, sampai menggerek bendera pun kami lakukan dengan serius dan boom latihan kami berjalan dengan lancar dan sukses. Dan ketika udah sukses satu kali, kami pun langsung kembali ke ruangan. karena kami anggap semuanya udah aman, saya pun berkata “wah semudah ini, pasti hari senin bakal aman”. “kita pasti bisa hari senin” celetuk Lola (dengan jidat yang bersinar karena mendapat pantulan cahaya dari sang surya). dan engkeh cuma diam tanpa berkata apa apa.
Hari eksekusi pun tiba senin 17 Juli. Jam 7 pagi saya sudah sampe di kantor, ternyata Lola dan Engke sudah lebih dulu sampe dari saya. Kami pun menyempatkan latihan satu kali sebelum upacara dimulai pukul 7.30 dan seperti latihan sebelumnya, semuanya berjalan lancar tanpa ada salah sedikitpun. “wah sehebat inikah kita, kalo ikut paskib kita pasti terpilih untuk mengibar bendera di istana Negara” saya berkata dalam hati, entah jiwa sombong dari mana yang tiba tiba datang merasukki saya. Bel pertanda upacara pun berbunyi dan kami bersiap-siap memasukki barisan sambil mengenakan almamater kampus, sebenarnya saya agak risih mengenakan almamameter, karena penjahit yang merombak almamater saya kayanya penjahit baru, soalnya almamater saya bukan jadi tambah keren tapi malah jadi kaya baju ibu ibu hamil.
kami pun berbaris sesuai urutan dan saya berada di posisi tengah sambil memegang bendera dengan sigap. Upacara pun dimulai semua peserta melakukan tugasnya dengan baik dan benar dan tibalah giliran kami untuk melakukan tugas mengibarkan bendera. “Siap gerak, maju jalan” kode yang diucap lola. kami pun berjalan dengan rapi dan benar menuju tiang bendera, “Henti gerak,” “maju tiga langkah jalan” ucap lola. Kami pun mengikat bendera dengan benar, lalu bendera di tarik Engke, “Bendera siap” ucap Engkeh, komandan upacara pun langsung berteriak "kepada sang bendera merah putih, hormattt gerak", semua peserta upacara hormat kearah sangka kala merah putih dan terdengar kumandang lagu Indonesia raya, semuanya kami lakukan dengan benar sampai lagu Indonesia raya habis berkumandang dan bendera berkibar di tiang bendera, kami pun mengikat tali ketiang bendera dengan kuat lalu kami merapikan barisan, “mundur 3 langkah gerak, hormat gerak” Lola kembali memberi kode, “balik kanan, maju jalan” dan disinilah petaka yang sebenarnya terjadi, awalnya kami berjalan rapi sesuai barisan. Kiri- kanan, kiri-kanan saya berhitung dalam hati, entah mengapa Engke yang berada disebelah kanan saya tiba tiba berjalan layaknya zombie yang kena aliran listrik 2000 volt, dan timbul niatan saya untuk menyemprot waja Engke dengan racun serangga agar dia tidak menyerang peserta upacara. saat itu saya menjadi panik karena terdengar tawa dari peserta upacara dan saya takut saya ikut tertawa. Walapun akhirnya kami sampe dibarisan kami dengan aman, dan setelah upacara kelar saya bertanya kepada Engke kenapa dia berjalan seperti zombie, ternyata Engke grogi, "Mengapa groginya harus di akhir?" ucap saya “Mana saya tahu!!!” ucap Engke dengan nada tinggi dan emosi, saya pun langsung meninggalkan Engke, karena saya takut tulang belakang saya di cabut Engke dan dijadikan tiang bendera.
Langganan:
Postingan (Atom)
